Ngapak Media

Mendarat Di Malaysia, selanjutnya apa?

Setelah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kuala Lumpur, hal yang dilakukan pertama kali adalah menuju bagian imigrasi sebelum nantinya kita akan mengambil koper di tempat pengambilan bagasi.

Mengantri di Imigrasi

Kaget, heran, panik, dan pusing. Itulah perasaan pertama kali pas aku turun menuju ke bagian imigrasi. Ternyata antriannya sudah sangat panjang dan bahkan aku tidak bisa memperkiraan akan berapa lama di imigrasi tersebut. Oh ya kalau kalian lupa isi MDAC (Arrival Card), sebelum masuk ke barisan imigrasi, ada tempat untuk mengisi MDAC tersebut jadi kalian tidak usah panik. Paling ya jadi lebih lama aja ngantri di imigrasinya.

Untungnya, tempat imigrasinya indoor jadi tidak terlalu panas. Walaupun tetap saja lebih panas karena jumlah orang yang begitu banyak. Untuk artikel ini aku tidak bisa mencantumkan dokumentasi karena di bagian imigrasi tidak boleh menggunakan kamera untuk mengabadikan momen.

Akhirnya penantian tiba, saatnya aku dan kawanku masuk ke konter pengecekkan setelah menunggu sekitar 2 jam. Keberuntungan berpihak padaku, entah mengapa di sini aku tidak diberikan pertanyaan apapun. Hanya menunjukkan paspor, distempel, dan sudah bisa melaju ke proses selanjutnya. Berbeda dengan aku yang bisa lolos tanpa pertanyaan, kawanku ini malah mendapat banyak pertanyaan. Padahal dia sudah bolak-balik keluar masuk negera asean seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Jadi di sini aku tidak bisa memberikan tips apapun, karena semua kembali ke HOKI.

Pengambilan Bagasi

Selepas dari imigrasi, kami menuju ke tempat pengambilan bagasi untuk mencari koper. Oh ya di sini aku bisa kasih tips kalau koper kalian cukup pasaran, kalian bisa beli cover koper yang berbeda sehingga akan mempermudah untuk mencarinya. Selain itu, kita juga perlu melakukan rekaman video atau foto saat memberikan koper ke petugas di Bandara sebelum terbang, sehingga apabila koper kita tidak ditemukan, kita bisa menyampaikan ke pihak maskapai untuk dicarikan dengan menyertakan bukti foto atau video tersebut.

Penarikan Uang Tunai (Cash)

Koper sudah di tangan. Sempat terfikir untuk langsung menuju hotel tapi ternyata rasa lapar sudah melanda dan tak tertahankan. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari ATM center terdekat di sekitar KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Di sini kami percaya pada ATM CIMB untuk pengambilan uang tunai nya. Kawanku memakai kartu BCA dan aku menggunakan kartu Jenius. Kalau kalian butuh referensi, nanti aku buatkan artikel tentang cara menggunakan kartu debit Jenius di Malaysia.

Pengambilan uang cash ini juga bertujuan untuk melakukan pembayaran hotel. Sebenarnya hotelnya sudah dibayar melalui aplikasi Traveloka. Hanya saja kalau di Malaysia, kite sebagai orang asing wajib membayar sejumlah uang cash untuk biaya tertentu yang aku juga kurang tau untuk biaya apa. Semacam deposit tapi bukan deposit juga, semacam uang untuk pajak orang asing mungkin.

Mengganjal Perut

Aku mengambil sekitar RM 200 untuk berjaga-jaga. Setelah itu, kami mencari makan masih di sekitar KLIA dan menemukan sebuah kedai yang menjual nasi bungkus bernama, Bungkus Kaw Kaw. Di kedai ini mereka menjual nasi bungkus dengan berbagai toping. Tapi aku beli yang original beserta dengan 2 telur setengah matang. Jujur, aku lupa harganya tapi masih di bawah RM 20 an lah. Cukup worth it untuk mengganjal perut sebelum menuju hotel.

Menuju Hotel

Perutpun sudah kenyang. Waktunya kami menuju hotel dimana kami akan menginap. Pilihan kami adalah Pacific Express di China Town Hotel. Oleh karena itu, kami perlu naik kereta untuk menuju ke KLCC dari KLIA. Naik apa? Kami naik KLIA Express. Kenapa? Karena sudah sangat lelah, ya memang harganya lebih mahal tapi untuk pengalaman pertama, masih bisa ditoleransi. Harga tiketnya lupa, tapi kalau konversi ke rupiah sekitar 200 ribu an.

Jadi di KLIA itu ada 2 jenis kereta. KLIA Transit dan KLIA Express. Untuk KLIA Transit, kereta akan berhenti di beberapa stasiun sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Sedangkan KLIA Express ini, langsung dari KLIA ke KLCC waktu tempuhnya jadi lebih singkat. Tapi tetap dari KLCC kita harus sambung kereta lagi ke arah stasiun Pasar Seni. Dari stasiun ini kita tinggal jalan kaki menuju ke Pacific Express Hotel Chinatown.

Kalau di Indonesia kita akan dimanjakan dengan transportasi online atau seperti ojek dan taksi online. Jangan harap kamu bisa menemukannya di Kuala Lumpur. Kalaupun ada, kamu hanya bisa pesan versi car nya bukan motor nya. Jadi daripada boncos pake grabcar, kita bisa lebih bijak lagi dalam menggunakan transportasi. Apalagi di Kuala Lumpur ini, transportasinya mudah banget dari Bus, MRT, dan juga LRT nya.

Jadi, jangan takut dan bingung lagi ya kalau sudah sampai bandara harus ngapain selanjutnya!

Author

  • Riza
    Author:

    Seorang lulusan Fakultas Pendidikan yang memberanikan dirinya untuk banting stir dengan bergelut di dunia IT serta mencoba menjadi penulis dari perjalanan hidupnya sendiri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help? Contact Us
Scroll to Top