Perjalananku berlanjut dari negeri jiran ke negeri singa, yakni Singapura. Setelah sampai di Harbourfront, tempat di mana bus yang kita naiki berhenti, saatnya kita menuju ke penginapan.

Namun, karena penginapan check-in-nya baru bisa pukul 15:00 waktu Singapura, aku memutuskan untuk berkeliling Harbourfront Mall sembari menarik uang tunai di beberapa ATM yang tersedia di dalam mal. Jujur saja, cukup sulit menemukan ATM yang bisa tarik tunai menggunakan kartu debit Indonesia dengan potongan konversi yang rendah. Akhirnya aku tetap mengambil uang tunai tanpa memedulikan potongannya. Sekarang yang terpenting adalah aku bisa menuju ke penginapan dan beristirahat sejenak.
Karena ketidaktahuanku bahwa kita bisa menggunakan bus atau MRT, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan GrabCar dengan harga 12 dolar Singapura atau setara sekitar 130 ribu rupiah pada saat itu. Rugi deh, tapi it’s okay sebagai pengalaman pertama kali berkunjung ke Singapura. Yang penting selamat.
Futura Boutique Hostel
Sesampainya di hotel, ternyata hotel tersebut tidak memiliki staf atau semacam resepsionis yang melayani kita saat check-in. Jadi aku hanya diberikan link ke Youtube yang berisikan video tentang bagaimana cara check-in dan mendapatkan kartu untuk masuk ke dalam kamar.
Hostel ini terletak di 259 Outram Rd, lokasi yang cukup strategis untuk seseorang yang baru pertama kali melancong di Singapura.
Letaknya Setrategis
Mengapa? Karena tidak jauh dari halte bus. Kita tinggal jalan kaki untuk mencapai halte tersebut. So, mau ke mana saja lebih mudah.
Untuk urusan perut, Seven Eleven juga tidak jauh. Hanya dengan berjalan sekitar 5–7 menit, kita bisa mendapatkan pilihan makanan yang sudah pasti halal. Sebenarnya di sekitar hostel juga ada beberapa kedai makanan seperti Chinese food yang bisa menjadi pilihan bagi para pelancong non-muslim.
Tidak jauh dari halte juga bisa dilihat ada tempat pengisian bahan bakar, di mana di sana juga tersedia mini market yang aku belum pernah ke sana juga, jadi ya tidak bisa berkata banyak. Tapi di sekitar Seven Elemen juga ada beberapa taman atau tempat duduk santai yang bisa kita gunakan sekadar untuk melamun atau makan bersama teman di luar hostel.
Budget
Bermodalkan booking 2 minggu sebelum ke Singapura melalui Agoda, aku berhasil mendapatkan harga per malamnya 300 ribuan rupiah, jika. Jika ditotal menggunakan pajak yang berlaku, maka untuk 2 malam ditotal menggunakan pajak yang berlaku maka untuk 2 malam, aku hanya membayar sekitar 800 ribuan rupiah saja. Ini menurutku yang paling affordable selama aku survey hostel online dari Malaysia.
Kalau di tahun 2026, aku tidak bisa menjamin harganya masih sama, kemungkinan besar naik. Harga ini hanya berlaku untuk tipe kamar capsul ya bukan satu kamar satu orang.

Fasilitas Hostel
Walaupun awal masuk kita sudah disuguhi ratusan tangga bak istana Rapunzel, tidak menjadi masalah karena aku adalah kaum mendang-mending sepertiku. Jujur saja, aku hampir pingsan karena ternyata kamarku berada di lantai tiga.
Kamar
Lalu simpan tas dan kopernya di mana? Jadi di tembok itu ada huruf yang sama dengan bilik yang kita tempati. Jadi kita menaruh koper di bawah huruf tersebut dan menggantung baju atau celana di gantungan dengan huruf yang sama. Selain itu, di dalam bilik yang kita tempati, ada sebuah kotak di mana kita bisa menyimpan beberapa barang ukuran kecil seperti tas, sepatu, peralatan mandi, dan lainnya.
Sesampainya di kamar, aku melihat ada enam bilik yang tertutup tirai. Dengan bodohnya, aku menghubungi customer service dan bilang kalau biliknya sudah diambil orang lain. Ternyata kita harus membuka sendiri tirainya untuk melakukan pengecekan apakah sudah ada yang menempati bilik tersebut atau belum. Jangan seperti aku ya!
Kamar Mandi
Di hostel ini, kamar mandinya tidak terpisah antara laki-laki dan perempuan, jadi langsung lihat saja mana yang kosong itu yang bisa kita gunakan. Sabun dan sampo sebenarnya sudah disediakan, tapi kalau kalian merasa kurang cocok, bisa menggunakan peralatan mandi yang kalian bawa sendiri. Handuk juga sudah disediakan oleh pihak hostel yang bisa kita temukan ketika kita membuka bilik hostelnya.
Secara kebersihan, aku bisa bilang kamar mandinya 10/10. Apalagi untuk mandi dan buang air besarnya disekat dengan tembok. Jadi, ketika mandi, area buang air besarnya tidak basah terciprat oleh air. Dan yang terpenting adalah adanya bidet untuk membersihkan “area sekitar” setelah buang air besar. Fantastis!
Ruang Bersama
Oh ya, tenang, kalau kalian mau makan, hostel ini menyediakan area bersama. Jadi jangan makan di kamar ya. Area ini digunakan untuk makan ataupun melakukan aktivitas lain seperti mencuci baju (disediakan mesin cuci), memasak makanan, menyimpan makanan di kulkas, atau sekadar bekerja di area terbuka.
Kita bisa menemukan area ini di lantai dua dan di ujung lorong. Ini adalah area favoritku karena aku bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara, saling berbagi cerita atau memberi informasi satu sama lain. Sedikit tip kalau kalian menginap di sini, jangan lupa bawa botol sendiri karena ini sungguh akan menghemat pengeluaran untuk air mineral karena hostel sudah menyediakan dispenser yang bisa kita gunakan untuk mengisi botol air minum kita secara gratis.
Ada satu fasilitas yang mungkin tidak kalah penting bagi yang bermalam cukup lama di hostel ini, yakni tempat setrika baju. So, kalau kalian ada acara penting, selain bisa cuci baju, kalian juga bisa tampil rapi dengan kemeja licin yang bisa kalian setrika di hostel.
Kekurangan
Bagiku sendiri, hostel ini sudah sangat cukup dengan berbagai fasilitas yang tersedia. Namun, ada beberapa hal yang menjadi concern bagiku yang mungkin bisa dikembangkan lagi.
- Tangga, penggunaan tangga yang tinggi sangat raw: penggunaan tangga yang tinggi sangat rawan,an terlebih lagi untuk orang yang memiliki berat badan di atas rata-rata. Ada beberapa tamu dari Afrika yang terlihat sangat terengah-engah untuk mencapai lantai tiga.
- Tempat ibadah umat Islam, mungkin ini cukup tabu karena mayoritas di Singapura adalah Chinese non-muslim. Namun, mengingat musala terletak cukup jauh dari hostel tersebut, area kecil sekitar 2 x 2 meter sudah sangat cukup untuk tempat ibadah umat Muslim.
Itulah tadi beberapa ringkasan tentang Futura Boutique Hostel di Outram Rd Singapura yang bisa menjadi pilihan untuk kita yang suka main tapi budget minim. Jika kamu ingin melihat visualnya, bisa langsung klik tombol di bawah ini ya.