Ngapak Media

Indonesia – Malaysia, via Bandara Juanda

Tahukah kalian kalau Bandara Juanda itu bukan berlokasi di Surabaya. Lalu dimana dong? Bandara Juanda ini berlokasi di Sidoarjo. Walaupun begitu masih banyak yang menyebutkan bahwa Bandara Internasional ini terletak di Surabaya. So, sekarang jadi tahu kan dimana letak sesungguhnya bandara tersebut.

Okay, izinkan aku bercerita kenapa akhirnya memilih Bandara Juanda ini. Padahal kan kalau dari rumahku lebih dekat ke Yogyakarta International Airport, atau malah ke Soekarno-Hatta International Airport dimana banyak sodaraku yang tinggal di Jakarta. Tapi alasan utamaku adalah penerbangan ini merupakan penerbangan PERTAMA dalam hidupku. Jadi pertama kali aku naik pesawat bukan antar kota, bukan antar pulau, tapi ANTAR NEGARA. Kebetulan ada temanku yang mau pulang ke Vietnam dan transit di Malaysia selama 2 hari. So, pada saat itu aku langsung hubungi dia dan berangkat bersama dari Bandara Juanda tersebut ke Kuala Lumpur International Airport.

Menuju ke Surabaya

Dikarenakan aku berasal dari Jawa Tengah dan memutuskan ambil flight dari Bandara Juanda, maka aku harus berangkat 1 hari sebelum penerbangan supaya tidak terlambat. Aku memesan tiket pesawat sekitar seminggu sebelum keberangkatan dari Bandara Juanda ke Bandara Internasional Kuala Lumpur melalui aplikasi Traveloka. Tiket yang kupesan seharga 1.856.334 rupiah untuk maskapai Air Asia Indonesia, dan sudah termasuk bagasi.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Sumpiuh ke Wonokromo menggunakan Kereta Api Logawa dengan harga tiket 260.000 rupiah untuk kelas Ekonomi Premium. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 06 jam 23 menit. Sesampainya di Wonokromo, lanjut menggunakan taxi online menuju ke penginpan. Aku tidak spill penginapannya karena ZONK.

Proses Boarding

Keesokan paginya, aku bergegas menuju Bandara Juanda ke Terminal 2 keberangkatan internasional. Oh ya, sedikit tips dari aku kalau kalian pertama kali naik pesawat, usahakan ambil jadwal yang pagi atau siang, dan hindari waktu-waktu rawan hujan, jadi kalian tidak akan kaget dengan seringnya turbulensi yang terjadi.

Proses boarding melalui beberapa tahap yang mana memerlukan persiapan yang cukup matang kalau kalian pergi sendirian. Pertama ketika masuk ruangan check-in, kita akan diminta menunjukkan maskapai mana yang akan dituju. Lalu, kita bisa mengantri di barisan maskapainya untuk melakukan check-in dan penyerahan barang yang akan dimasukkan ke dalam bagasi.

  • Check In Bagasi
    Proses check-in ini dilakukan di lantai satu, di counter setiap maskapainya. Di sini kita melakukan pengecekkan tiket, pencetakan tiket, dan penyerahan barang yang akan masuk bagasi. Jangan lupa untuk menyiapkan booking tiket dan kartu identitas seperti KTP dan Paspor. Selain itu, ada juga beberapa pertanyaan yang diajukan petugas seperti, “apakah ada aerosol dan sejenisnya yang diletakkan di koper?“, “apakah ada botol berisi cairan lebih dari 100 ml?“, “apakah membawa barang yang menggunakan baterai kapasitas besar?“. So far, tiga pertanyaan itu yang membuat aku berpikir, “ada ngga ya?”
  • Check-In Imigrasi
    Naik satu lantai dari lantai dasar, aku menuju ke antrian imigrasi. Diawali dengan melakukan verifikasi kartu identitas (paspor) ke petugas untuk selanjutnya diarahkan ke proses X-Ray checking. Kita diminta untuk meletakkan barang bawaan yang memiliki bahan metal untuk dilakukan pengecekkan melalui X-Ray. Jadi, di sini kita disediakan semacam box atau nampan dimana kita bisa meletakkan semua barang seperti, jaket, tas (cabin), benda elektronik, ikat pinggang, dan lain sebagainya sehingga saat kita melewati semacam logam detector, mesinnya tidak akan berbunyi “beep beep beep beep”. Jika membawa botol minum, kita juga diminta untuk membuang air yang ada di dalam botol tersebut, sudah ada tempat yang disediakan untuk membuang airnya.
  • Ruang Tunggu Boarding
    Setelah semua dicek dengan baik di bagasi dan imigrasi checking, selanjutnya kita masuk ke ruang tunggu boarding sebelum gate dibuka. Pastikan kalian sudah menemukan gate dimana pesawat kalian akan take off. Dikarenakan melewati waktu ibadah, aku memutuskan untuk ibadah terlebih dahulu karena di ruang tunggu ini juga dilengkapi dengan mushola. So, kita tidak perlu khawatir kalau penerbangan melewati jam ibadah tertentu bagi yang muslim.

Jika gate sudah dibuka, kita bisa langsung mengantri ke barisan masuk ke gate nya. Jangan lupa untuk menyiapkan paspor dan tiket pesawat sehingga ketika masuk bisa langsung mencari tempat duduk dengan menyesuaikan nomor yang tertera pada tiketnya.

Selain itu sebelum masuk ke pesawat, kita juga diminta untuk menimbang barang bawaan yang akan masuk ke kabin pesawat. Apabila melebihi kapasitas yang sudah ditentukan, maka mau tidak mau harus dikurangi hingga memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Jadi gimana, apakah penerbangan internasional melalui Bandara Juanda akan menjadi pilihan kamu juga kedepannya?

Dokumentasinya bisa kalian check dengan klik tombol di bawah ini ya…

Author

  • Riza
    Author:

    Seorang lulusan Fakultas Pendidikan yang memberanikan dirinya untuk banting stir dengan bergelut di dunia IT serta mencoba menjadi penulis dari perjalanan hidupnya sendiri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help? Contact Us
Scroll to Top